Rabu, 24 November 2010



December 16, 2006

(old article) ANTON “SHEILA ON 7″: Ogah Jalan Bareng

Filed under: Anton, Magazine
Dengan temaN satu band mustinyA sEring nguMpul atawa jalan bareng. Entah karena urusan teknis atau sekadar ngobrol. Tapi nggak begitu kejadiannya dengan Anton. Drummer yang baru aja dikontrak Yamaha ini sebisa mungkin malah menghindar jalan dengan anak-anak SO7 lainnya. Kok? "Soalnya kalo aku jalan bareng mereka, terutama Duta, udah hampir pasti diserbu sama fans!" katanya. Kalo udah gitu, lanjut si gondrong, biasanya acara jalan-jalannya buyar. Berubah jadi jumpa fans. Bukannya doi nolak ngelayanin permintaan tanda tangan atau foto bareng tapi, "Kadang ‘kan aku juga butuh waktu buat jadi ‘orang biasa’," belanya. "Mana, aku ‘kan jarang keluar rumah!" Makanya ia girang sekaligus takjub, ketika lagi jalan sendiri di sebuah mal bisa mengelabui beberapa orang. "Lagi jalan gitu, tau-tau ada yang nanya, ‘Mas, sori ya, kamu Anton ya?’" ceritanya. "Langsung aku jawab, ‘Bukan, saya Rudi!’ Eh tu orang percaya, minta maaf terus ngeloyor…Ha…Ha…Ha..!" Kejadian kayak gitu yang menurut Anton nggak mungkin terjadi kalo misalnya ia jalan sama-sama Duta atau yang lain. "Pasti lebih gampang dikenalin!" serunya. Sekarang, kalo kelima personel itu ingin jalan ke tempat yang sama, mereka terpaksa men-set "rute perjalanan" masing-masing. "Biar nggak amprokan!" terangnya lagi. Busyet repotnya. Emang enak jadi seleb?(dan)
June 9, 2006

Anton ex-Sheila on 7 Rekam Aktivitas Merapi

Filed under: Anton
Apa kabar drummer Anton Widiastanto, yang tinggal di Yogyakarta? Apa yang dilakukan oleh Anton ketika teman-temannya dari bekas bandnya, Sheila on 7 (So7), sibuk menjalani promosi album baru dan mengumpulkan dana bantuan untuk Yogyakarta dan sekitarnya?  
Ternyata, ketika banyak orang lain di kota tersebut panik karena diguncang gempa bumi 5,9 Skala Richter pada 27 Mei lalu, Anton malah naik ke atap rumahnya dan membuat rekaman video aktivitas Gunung Merapi. Kok?
"Tadinya, aku lagi tidur. Karena gempa, aku terbangun. Kaget sih, tapi enggak sampai panik," cerita Anton kepada KCM. "Aku kira gempa itu gara-gara Merapi. Merapi kan lagi suka ngeluarin awan panas dan lava. Jadi, aku langsung naik ke atap rumahku dan ngesyut Merapi," sambungnya. "Aku enggak tahu bahwa gempa itu dari bawah laut," imbuhnya.
Ceritanya lagi, sejak Gunung Merapi aktif, ia memang menyiagakan handy cam-nya agar setiap saat bisa digunakannya untuk mengabadikan kegiatan Gunung Merapi.  
       
Rumah dan studio musik Anton berada di Purwomartani, Kalasan, Yogyakarta. Setelah tidak lagi menjadi personel So7, sejak Oktober 2004, ia lebih banyak berada di rumah sekaligus studio musik tersebut. "Aku lebih banyak kerja di studio, menjadi music director untuk band-band indie lokal, yang sedang bikin album dan baru mau masuk ke industri musik," ungkapnya.
   
Bangunan milik Anton itu aman-aman saja, tidak sedikitpun retak. Tapi, tak demikian dengan rumah ibu dan bapaknya di Bantul. Dindingnya sedikit retak dan sebagian lantainya amblas. Maka diungsikanlah orangtuanya ke rumahnya. "Sekarang mereka sudah kembali ke rumah mereka," ujarnya.  

Sebagai warga Yogyakarta, Anton juga tak bisa tinggal diam melihat kondisi mengenaskan di kotanya. "Selama tiga hari sesudah gempa pertama, aku sendirian bawa bantuan ke Bantul. Beras, air bersih, mi instan, baju," kenangnya. "Aku sendirian karena teman-temanku, pemusik-pemusik indie itu, pergi keluar Yogyakarta, mengungsi, gara-gara gempa. Malah, ada yang pulang kampung dulu ke Kalimantan," sambungnya.
Ketika kubah lava bagian selatan Gunung Merapi gugur pada Kamis (8/6) pagi, Anton sedang mengemudikan mobilnya menuju sebuah hipermarket di Yogyakarta. "Aku enggak sempat ngesyut. Aku malah menonton beritanya di pesawat televisi di mobilku. Handy cam-ku ada di rumah," katanya.
Setelah gempa itu, kegiatan di studionya mengendur. "Banyak pemusik yang mau menggarap album di studioku masih mengungsi ke luar Yogyakarta," ungkap Anton, yang ingin membuat band lagi, tapi belum menemukan pemain-pemain lainnya yang pas. 
April 6, 2005

So7 Kini di Mata Anton

Filed under: Anton
Jakarta, Grup musik Sheila On 7 pada awal berdirinya beranggotakan Duta (vokal), Adam (bass), Eross (gitar), Sakti (gitar) dan Anton (drum). Namun pada awal November lalu insan musik dihebohkan dengan berita keluarnya Anton Widiastanto. Meski masih simpang siur apakah dia dipecat atau mengundurkan diri namun faktanya Anton keluar dari Sheila On 7.
Seiring waktu berlalu, seperti diketahui publik, Sheila On 7 tetap berjalan tanpa drummer tetap. Hingga kini, mereka kerap mengajak Brian, mantan drummer grup musik Tiket untuk menggantikan Anton sebagai penggebuk drum dalam berbagai tur dan acara musik. Bahkan dalam album terbaru SO7, “The Very Best Sheila On 7″ Brian turut andil dalam pengerjaannya. Tapi tak pernah ada rilis bahwa Brian adalah personel So7 resmi.
Setiap kali ditanya pers, anak-anak So7 selalu menjawab, “Belum bisa menemukan pengganti drummer yang tepat.” Lalu bagaimana tanggapan Anton melihat situasi Sheila on 7 tersebut? “Setiap orang punya karakter masing-masing dan nyari pengganti kayak aku ya nggak mungkin bisa,” kata Anton pada detikhot, Rabu (06/04/2005).
Meski demikian, Anton tak hendak mengecilkan peran Brian. Baginya, sekali lagi ini bukan soal skill, tapi karakter. Mungkin saja, eks teman-temannya di So7 baru mencoba-coba karakter lainnya dan Brian belum dirasakan pas. “Mungkin, Sheila masih berusaha untuk mengubah image pemain drumnya,” ungkapnya.
Hal itu menurut Anton sesuatu yang tak bisa diubah-ubah dari dirinya dulu. Katanya, selama ia bermain drum untuk So7, ia tak pernah mencoba untuk menjadi orang lain. “Aku hanya bermain drum sebagai diriku sendiri dan mencoba melakukannya sebaik mungkin,” tutur cowok kelahiran 30 Januari 1979.
Anton sendiri mengaku tak pernah dimintai masukan oleh para personel Sheila on 7 tentang Brian. Namun Anton memastikan bukan faktor drummer yang membuat angka penjualan album terbaru So7 terbilang jatuh dibandingkan album sebelumnya. Baginya, seretnya penjualan album karena So7 mengubah konsep bermusik. “Begitulah jika mengejar idealitas, komersil jadi terbengkalai. Namun idealitas ini adalah pendewasaan Sheila.”
Seperti data yang didapatkan detikhot dari Sony Music, diperoleh data angka penjualan album Sheila On 7 yang menurun drastis. Diketahui pada album ke-3 mereka “07 Des” mereka berhasil mencatat angka 1.1 juta kopi namun di album ke-4 “Pejantan Tangguh” Sheila hanya mengantongi 450 ribu kopi.(yla)
Source: DetikHot
March 25, 2005

Tanpa Anton, So7 Tetap Eksis

Filed under: Anton
KEHIDUPAN tetap harus berjalan. Lebih kurang prinsip itulah yang kini dipegang grup band Sheila On Seven (SO&) setelah ditinggal drummer-nya, Anton Widiastanto. Grup yang baru mengeluarkan album The Best ini tetap berjalan dan konser di beberapa tempat. Bahkan, Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar) dan Adam M. Subarkah (bas) tengah mempersiapkan konser keliling bersama Ada Band dan Ari Lasso di 30 kota. Bagi So7, tur itu dijadikan ajang pemanasan promo album The best yang memiliki tiga lagu baru.
February 17, 2005

Anton Mantan Drumer Sheila On 7 Bantu Band Lokal

Filed under: Anton
Apa kabar dengan Anton mantan drummer Sheila on 7? Apa aja kesibukan yang dilakukan Anton setelah tak lagi memperkuat Duta cs? Ternyata cowok yang hobbi motor gede ini sibuk dengan studionya.
“Kesibukan aku sekarang cuma jalanin studio aja,” kata Anton saat dihubungi KG. Saat keluar dari band yang mengangkat namanya itu, Anton emang tengah mendirikan studionya. Bahkan Erros dan Adam membantu Anton mencarikan alat buat studionya. Kini studio band yang dibuat disamping rumahnya itu udah bisa digunakan sejak Desember lalu.
Studio yang dibuat Anton itu enggak cuma buat latihan anak anak band Jogya tapi dibuat Anton buat rekaman juga. “Lumayan banyak anak-anak muda yang datang kesini untuk latihan. Bahkan anak-anak SD juga ada yang ikut latihan,” ucap Anton.
Untuk saat ini Anton lebih suka mengurus studionya ketimbang membentuk band baru. Anton yang masih punya banyak kenalan dengan orang-orag industri musik di Jakarta diam-diam punya niatan untuk membantu band-band lokal agar bisa rekaman di Jakarta. “Kalau nanti managernya mau, aku mau aja membawa mereka ke Jakarta. Apalagi aku lihat penampilan mereka cukup bagus,” ujar Anton.
Anton juga udah punya incaran band mana yang pantas untuk diboyong ke Jakarta. “Ada lah beberapa tapi aku belum kasih tau mereka. Aku pengen kasih surprise buat mereka,” tutur Anton. Apa pengen juga jadi produser mereka? “Wah, belum sampai kesitu,” ucapnya.
Ditanya apa ada keinginan untuk menarik salah personil dari mereka untuk membentuk band baru? “Wah, aku enggak suka yang begitu. Kalo mau bikin maunya sama-sama mau,” jawab Anton yang ingin membuka studio baru lagi. “Soalnya aku kasihan melihat mereka pada antri pengen latihan,” imbuhnya.
Disinggung soal hubungannya dengan personil Sheila? Anton mengatakan belum pernah ketemu lagi. Namun masih tetap kontak-kontakan seperti saat ia berulang taon kemarin, Erros memberikan ucapan selamat lewat SMS.
Source: KG
November 4, 2004

Anton Sheila On 7: DIPECAT TANPA ALASAN YANG JELAS

Filed under: Anton
Anton Widiastanto, drummer Sheila On 7 mengaku dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri. Ia merasa dipecat tanpa alasan yang jelas. Tapi pihak SO7 mengaku sudah banyak memberi waktu toleransi untuk Anton.
Kesedihan masih tergambar jelas di wajah Anton Widiastanto (25). Maklum, saat ini harus menghadapi masalah yang begitu berat sepanjang hidupnya, dipecat dari SO7. Apesnya, ia belum paham kesalahan apa yang dilakukan hingga muncul keputusan itu. “Aku belum menemukan penyebabnya.” Yang pasti, sejak ada keputusan itu, ia jadi susah tidur dan sering terbangun tengah malam dengan jatung berdebar-debar, serta keringat dingin.
Kabar pemecatan itu diterima Anton 18 Oktober lalu. Kala itu ia mendapat undangan meeting dari manajer SO7, Anton Kurniawan. Tak tahunya, malam itu ia hanya ditemui manajernya serta Adam. Anton langsung disodori surat pengunduran diri.
Anton kaget. Pasalnya, ia tak pernah bikin surat itu. Saat dibaca, ternyata pengunduran itu atas keinginan empat personel Sheila (Duta, Adam, Eros, Sakti, Red.) dan Mas Anton. “Karena ini keinginan mereka, mau enggak mau aku tandatangani.”
Pertemuan yang berlangsung hanya setengah jam itu tampak kaku. Anton juga jadi malas bertanya, lantaran merasa tak ada gunanya. “Mungkin ini demi kebaikan Sheila.” Surat pengunduran diri itu, sampai saat Anton ditemui masih disimpan manajeman SO7 lantaran Sakti belum tanda tangan.
BUKAN ANTI KRITIK
Salah satu poin dalam surat tersebut, Anton dinilai tidak disiplin. Tapi itu dibantah Anton. Sejak istirahat tahun 2002 lalu, Anton sudah berusaha memperbaiki kekurangannya. Ia pun selalu mengikuti semua kegiatan SO7. Mulai dari tur, pemotretan sampai wawancara.
Anton menambahkan, saat ia minta istirahat selama sebulan tahun 2002 lalu juga “dipelintir,” seakan-akan ia mengundurkan diri. Anton beralasan minta istirahat lantaran capek dan jenuh setelah tur ke 30 kota. “Kebetulan tak ada job dan mereka mengizinkan.Tapi berita yang beredar, kok, malah begitu.” Sejak itu, muncul kekhawatiran, jika lalai, suatu saat ia bakal dipecat.
Kekhawatiran Anton tak meleset. Setelah tur Sumatra dan Kalimantan, ia pergi ke Malaysia untuk nonton Motor GP bersama teman-temannya dari kelompok penggemar Ducati. Pulang dari Malaysia, Anton sempat demam selama tiga hari. “Padahal yang aku tahu, setelah tur ke Sumatra dan Kalimantan, Sheila baru punya jadwal tur lagi tahun depan.”
Omongan Adam bahwa ia anti kritik juga dibantahnya. “Teman-teman sudah tahu sifat asliku. Sebelum dikritik, aku malah tanya dulu, apa yang perlu diperbaiki dari penampilanku. Makanya aku heran ada ucapan itu.”
Anton merasa, ada tanda tanya besar di balik pemecatan itu. Pasalnya ia tak tahu kesalahan yang dilakukan sementara hukuman yang diterima begitu berat. “Kalau memang penampilanku sudah berubah, aku, kan, bisa memperbaiki. Aku juga bisa introspeksi.”
SEWAKAN STUDIO
Diakui, selama ini di tubuh Sheila memang sering terjadi konflik. Tapi ia menganggap itu masih wajar. Tak mudah memang menyatukan lima kepala. “Tapi selalu bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Karena itu memang prinsip yang dulu kami anut.”
Lalu kenapa muncul pemecatan itu? Anton tak mau menduga-duga, misalnya ada temannya yang tak suka. “Kalau toh, ada yang tak suka, aku selama ini memilih menyesuaikan dengan dia. Aku enggak mau konflik,” jelas Anton.
Setelah dipecat dari Sheila, Anton ingin segera merampungkan studio musiknya. Studio itu, nantinya akan disewakan. “Ibaratnya, kembali ke asal. Hidup di kampung. Yang penting bisa makan.”
Sementara menurut Eros Chandra, Anton dinilai tak bisa mengikuti perkembangan SO7. Kini SO7 bukan band sekolah lagi. Melainkan band profesional. “Siapa yang enggak siap bisa bikin fatal lainnya,” jelas pentolan di SO7 ini.
Eros menilai, Anton tidak menempatkan SO7 sebagai prioritas utama. Kadang perhatian Anton justru tercurah ke hobi otomotif. Absennya Anton di beberapa kesempatan jelas membuat anggota lainnya kelimpungan.
Eros juga menilai Anton kurang sreg dengan jadwal yang padat. Selama tur, Anton selalu mengeluh saat ada acara jumpa pers atau jumpa penggemar. “Ia memang sempat cerita tidak nyaman menjadi artis,” jelas Eros seraya menambahkan keputusan mengeluarkan Anton tidak diputuskan secara mendadak.
Sejak tersiar kabar penguduran diri tahun 2002 lalu, Anton sudah diberi kesempatan memperbaiki diri. “Kami sudah diskusi. Bahkan dia sudah dua kali menandatangani surat. Kami tak bisa memaksa. Tidak bagus juga buat dia,” papar Eros.
Duta menambahkan, kejadian tahun 2002 itu sudah menjadi acuan. “Bila melanggar, dia bersedia untuk mengundurkan diri,” kata Duta. Jadi, Shelia sudah memberi waktu Anton untuk memperbaiki diri.
Meski kini Anton tak lagi menjadi bagian dari SO7 tetapi ia masih mendapat royalti seumur hidup. Ia juga berhak investasi di perusahaan SO7. “Ia akan segera mendapatkan hak- haknya,” tandas Duta.
Source: Tabloid Nova
November 3, 2004

Sheila on 7 Tak Akan Gantikan Anton

Filed under: Anton, General '03-'06
Setelah penggebuk drumnya, Anton Widiastanto, pergi, grup Sheila on 7 (So7) bertekad untuk terus berjalan dengan formasi empat orang saja. Tapi, bagaimanapun grup yang sekarang beranggotakan Duta, Sakti, Adam, dan Eross ini tetap butuh seorang drummer. Untuk itulah mereka menggelar audisi mencari pengganti yang tepat. Setelah melakukan tes pada beberapa pendaftar, untuk sementara So7 menjatuhkan pilihan pada Brian, mantan drummer Tiket.
“Kami sudah melakukan audisi. Sebab kami kan punya jadwal agenda kerja yang lumayan banyak. Kalau belum menemukan drummer maka program bisa terhambat. Setelah diberi serangkaian tes, maka kami memutuskan untuk sementara ini memakai Brian”, kata Anton Kurniawan, manajer So7.
Dipilihnya Brian bukan lantas menjadikan dia sebagai salah satu anggota band asal Jogja ini. Sebab So7 memang tak pernah berniat menggantikan posisi Anton. “Status Brian masih sebagai additional drummer dan itu berlaku selamanya. Sebab So7 memang tidak berniat menggantikan posisi Anton. Kalau nanti Brian dianggap kurang cocok ya dia akan digantikan oleh orang lain. Dan orang lain itu masih diberi status sebagai additional player”, imbuh Anton.
Terpilihnya Brian bermula dari rekomendasi Adam. “Brian tuh teman dekatnya Adam. Dia ngerasa permainan drum Brian cocok buat anak-anak So7. Ternyata memang benar, sejauh ini anak-anak merasa nyaman bermain bersama dia”, lanjut Anton.
Untuk terus menyelaraskan permainan, sudah tiga hari ini anak-anak So7 berlatih bersama Brian. “Ya kami harus sering latihan bersama. Sudah tiga hari ini setiap malam kami latihan ngeband bersama. Biar permainan bisa segera kompak dan Brian bisa masuk ke gaya anak-anak. Ini penting, soalnya setelah Lebaran nanti kami sudah harus manggung di beberapa tempat. Kalau nggak kompak kan lucu, bisa merusak reputasi”, terang Anton.
Sementara itu, setelah tak lagi bergabung bersama So7 Anton Widiastanto masih belum tahu akan akan melakukan proyek apa. Yang terdekat, cowok berumur 25 tahun ini mengaku ingin segera mewujudkan pembangunan studio musik. “Sekarang rencana terdekatku ya bangun studio musik. Lumayan lah kalau sudah jadi, bisa disewakan. Rencana jangka panjang, aku masih ingin terus di dunia musik, sebab ini duniaku”, kata cowok yang mengaku diminta mengundurkan diri, bukan mengundurkan diri secara sukarela dari So7 ini.
Source: JawaPos
November 1, 2004

Anton Widiastanto: Saya Dikeluarkan, Bukan Mengundurkan Diri

Filed under: Anton
Grup dan manajemen Sheila on 7 boleh saja mengatakan bahwa Anton Widiastanto (25), sang drummer, mengundurkan diri. Tapi, Anton berkeras bahwa ia dikeluarkan.
Seminggu setelah pulang dari menonton balap sepeda motor di Sepang, Malaysia, bersama beberapa temannya sesama penggemar olahraga tersebut, Anton terkejut.
Ia diminta untuk menghadiri sebuah pertemuan tentang dirinya, di kantor manajemen Sheila on 7 di Yogyakarta. Ia tambah kaget ketika pada pertemuan 18 Oktober 2004 itu ternyata ia, dalam istilahnya, diberhentikan dari grup tersebut.
Cerita Anton, yang akhir minggu lalu sedang berada di Yogyakarta ketika ditelepon oleh KCM, di kantor Sheila on 7 ketika itu cuma ada Adam M Subarkah (bas) dan Anton Kurniawan (manajer). “Aku langsung disodori surat pengunduran diri, yang di dalamnya ada sejumlah alasan mengapa aku harus mengundurkan diri dan pernyataan bahwa surat pengunduran diri itu sepengetahuan semua personel lain Sheila on 7 dan manajer Sheila on 7,” tutur Anton.
Tentu saja Anton tambah terkejut. “Gimana enggak kaget? Akhir September-awal Oktober kami baru tur ke empat kota Sumatera dan Kalimantan dalam rangka album Pejantan Tangguh. Selama tur, kami baik-baik saja, enggak ada masalah. Eh, tahu-tahu, aku dipecat,” ucapnya.
Terang Anton, ada enam hal yang menyebabkan ia harus keluar dari grup yang dilahirkan pada 6 Mei 1996 oleh Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar), Adam, dan dirinya itu. “Salah satunya, aku enggak disiplin,” ungkapnya.
Di luar enam hal itu, lanjut Anton, ia dibilang tak bisa dikritik. Cutinya dua tahun lalu, karena ia sedang mengalami masalah pribadi sehingga perlu penyegaran di luar grupnya, pun diangkat lagi ke permukaan.
Anton mengaku membela diri juga atas tuduhan tersebut. “Aku bilang, gimana aku bisa melanggar kedisiplinan? Kedisiplinan aku jadikan patokan, pegangan,” ujarnya. “Soal cuti dua tahun lalu itu, aku bilang, sebelum cuti kan aku sudah minta persetujuan personel-personel yang lain dan mereka enggak keberatan,” sambungnya.
Namun, kata Anton, pembelaan tersebut sia-sia, karena yang dilawannya adalah keputusam empat personel lain Sheila on 7 dan manajemen grup itu. “Ya, sudah, akhirnya aku menandatangani surat itu.
Karena merasa tak pernah membuat surat tersebut dan tidak pernah meminta dibuatkan surat itu, tegas Anton, “Aku enggak mengundurkan diri. Aku dikeluarkan.”
Anton mengaku sedih harus meninggalkan Sheila on 7. “Sayang dong. Aku masih ingat, waktu kami masih sama-sama di SMA, main di kampus, sekolah, festival. Kayaknya baru kemarin,” ucapnya. “Tapi aku enggak mau larut dalam kesedihan. Life must go on,” sambungnya. “Ya, hitung-hitung, aku sekarang penggemar mereka,” imbuhnya.
Anton berharap, penggantinya kelak, drummer tetap atau drummer pendukung (additional drummer), harus bisa menjadikan Sheila on 7 lebih berhasil.
Ia sendiri berniat mewujudkan cita-citanya yang belum tercapai, yaitu membuka usaha penyewaan studio musik di kediamannya di Yogyakarta. “Aku sudah mulai cari alat-alat musiknya. Untuk itu aku masih berkomunikasi dengan Eross dan Adam lewat SMS,” kisahnya.
Ia belum berpikir untuk membentuk grup baru. “Kalau diminta membantu rekaman artis-artis musik lain, misalnya, aku mau,” ujarnya.
Dari Sony Music Entertainment Indonesia, perusahaan rekaman yang mengontrak Sheila on 7, Anton masih akan menerima royalti dari penjualan empat album Sheila on 7, yaitu Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des, dan Pejantan Tangguh, serta album soundtrack film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta, yang juga digarap oleh grup tersebut. (Ati)
Source: Kompas
October 29, 2004

Anton, Drumer So7 Mengundurkan Diri

Filed under: Anton
Anton Widiastanto (25), drumer band gaul Sheila on 7 akhirnya cabut setelah ia mengajukan pengunduran diri. Anton mengundurkan diri disaat band asal Yogya ini tengah menjalani tur panjang album Pejantan Tangguh. Demikian diungkapkan oleh Anton Kurniawan, manajer Sheila on 7 (So7).
“Sebenarnya sejak 18 Oktober lalu, Anton telah mengajukan surat yang berisi pengunduran diri. Kenapa baru kami umumkan saat ini, karena kita musti menyiapkan segala sesuatunya. Apakah So7 akan mencari band pengganti atau tidak. Semuanya harus diselesaikan secara intern terlebih dahulu,” jalas Anton.
Menurut Anton, drumer berambut gondrong itu mengundurkan diri lantaran jiwanya sudah tidak 100% ke So7. Selain itu, ia dianggap sudah tidak disiplin lagi dalam menjalani latihan. “Dia agaknya sudah jenuh dengan So7. Jiwanya sudah 100% nggak di band ini. Makanya dia agak-agak kurang disiplin dalam mengikuti jadwal yang sudah kami tentukan,” kisah Anton.
Kabar bakal cabutnya Anton dari band pencetak belasan hits ini, sebenarnya sudah berhembus sejak dua tahun silam. Saat itu So7 tengah menjalani promo tur album So7, 7 Desember, Anton tiba-tiba menghilang. Akibatnya posisi dia digantikan oleh additional player.
Namun sas-sus keluarnya Anton segera mereda setelah ia kembali bergabung dengan empat rekannya: Duta (vokal), Sakti (gitar), Adam (bass) dan Eross (gitar), dan sempat melahirkan dua album: soundtrack film “30 Hari Mencari Cinta” (2003) dan “Pejantan Tangguh” (2004).
Saat Anton menghilang, kabarnya ia tengah jenuh main band. Dan ia lebih meluangkan waktu untuk mengutak-atik Ducati, motor kesayangannya. Waktu itu, dia tengah jebuh, dan ia hanya main-main dengan motor kesayangannya,” jelas lelaki kelahiran 30 Januari 1979 ini.
Sejauh ini So7 tak berniat mencari pengganti Anton. Mereka memutuskan untuk jalan berempat saja. Posisi drummer selamanya akan diisi oleh additional player. Sudah dua hari ini pihak managemen melakukan audisi. Siapa berminat..?
Source: IndonesiaSelebriti

Sheila on 7 Lega Anton Keluar

Filed under: Anton, General '03-'06
“Lega,” kata Eross Candra, gitaris Sheila on 7, dan Akhdiyat Duta Modjo, vokalis grup itu, tentang tak bergabungnya lagi Anton Widiastanto, sang drummer, dalam grup tersebut.
Pengakuan itu disampaikan oleh keduanya sekaligus mewakili dua personel lain Sheila on 7 yang juga hadir, yaitu Saktia Ari Seno (gitar) dan Adam M Subarkah (bas), dalam jumpa pers yang diadakan oleh manajemen Sheila on 7, Jumat (29/10), mulai pukul 17.30 WIB, di Java Cafe & Resto, Yogyakarta.
Seperti sudah diberitakan oleh KCM, manajemen Sheila on 7 mengatakan bahwa Anton mengundurkan diri dari grup tersebut pada 18 Oktober 2004 di Yogyakarta.
Dilaporkan oleh David dari Radio Sonora Yogyakarta, yang hadir dalam jumpa pers itu, memang kelegaanlah yang dirasa oleh pihak Sheila on 7 tentang keluarnya Anton.
“Kami sudah berusaha bertahan (bersama Anton), tapi ternyata enggak bisa,” tutur Eross. “Keputusan ini enggak akan diambil kalau band ini solid. Dari luar saja band ini kelihatan solid, padahal di dalam enggak,” sambungnya tentang kondisi grup yang dibentuk pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta itu.
Dalam jumpa pers yang tak menghadirkan Anton itu ditegaskan bahwa tak ada alasan bagi Anton untuk mengatakan bahwa dirinya dikeluarkan, bukan mengundurkan diri atau keluar.
“Dia sudah enggak mampu mengikuti kesepakatan bersama, otomatis dia sudah keluar, dia enggak punya alasan untuk bilang bahwa dia dikeluarkan,” ucap Adam. “Dia mengundurkan diri tanpa tekanan dari siapa-siapa,” tegas Adam.
Disepakati, ada sejumlah hal yang harus dijalani oleh para personel Sheila on 7, antara lain disiplin, menomorsatukan kepentingan band, dan bekerja baik dalam tim. Anton dinilai sudah tidak sanggup lagi untuk mewujudkannya.
Cutinya Anton sekitar dua tahun lalu untuk kepentingan pribadi pun dilihat sebagai salah satu pelanggaran dan hal itu diungkapkan kembali dalam jumpa pers yang sama.
Eross mengutarakan pula bahwa Anton tidak bisa dikritik. “Banyak yang mengeluhkan sinergi rhythm section Sheila on 7. Kata mereka, Anton dan Adam mainnya kurang klop. Waktu Adam bilang tentang itu ke Anton, Anton malah omong, ’Sudah, kamu main saja, aku juga main’,” cerita Eross.
“Dalam band enggak boleh ada istilah aku. Kecuali dalam mencipta lagu, okelah,” sambungnya. “Apalagi untuk show, semua harus membuat semua nyaman,” tambahnya.
Dengan keluarnya Anton, kata Duta, soal hak dan kewajibannya, termasuk yang berkenaan dengan harta bergerak dan tidak bergerak, sudah dihitung. “Semua yang berhak dia dapatkan kembali, akan kami pulangkan ke dia, sesegera mungkin,” ujar Duta. Soal jumlahnya, pihak Sheila tidak bersedia menyebutkannya.
Dari Sony Music Entertainment Indonesia pun Anton masih menerima royalti dari penjualan empat album Sheila on 7 yang melibatkannya, yaitu Sheila on 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan, 07 Des, dan Pejantan Tangguh, serta album soundtrack film layar lebar 30 Hari Mencari Cinta, yang juga digarap oleh Sheila on 7 ketika Anton masih berada di dalamnya.
Tentang tak dilibatkannya Anton dalam jumpa pers yang dihadiri oleh wartawan-wartawan dari Yogyakarta dan sekitarnya serta Jakarta itu, Duta melihatnya justru sebagai kesempatan bagi pihak Sheila on 7 untuk memberi klarifikasi sehubungan dengan pernyataan-pernyataan Anton.
Menurut Duta, Anton sudah sering menyudutkan pihak Sheila on 7 dengan pernyataan-pernyataannya dalam sejumlah tayangan infotainment. “Entah Anton yang omong sendiri, atau ada yang memprovokasi dia, kami enggak tahu,” imbuh Duta.
Selain itu, kata Duta lagi, “Rasanya sudah enggak mungkin kami semeja lagi dengan dia.” (Ati)
Source : Kompas
October 28, 2004

Anton Keluar, Sheila on 7 Tak Cari Pengganti

Filed under: Anton, General '03-'06
Kini grup tenar Sheila on 7 “hanya” terdiri dari Duta (Akhdiyat Duta Modjo, vokal), Eross Candra (gitar), Saktia Ari Seno (gitar), dan Adam M Subarkah (bas). Anton Widiastanto, sang drummer, telah keluar.
Diterangkan oleh juru humas grup dan manajemen Sheila on 7, Philosofy Akbar, Anton telah mengundurkan diri pada 18 Oktober 2004. “Pada 18 Oktober itu Anton dan pihak Sheila on 7 telah menandatangani surat pengunduran diri Anton,” terang Philos ketika dihubungi oleh KCM lewat telepon kantor manajemen Sheila on 7 di Yogyakarta, Kamis (28/10).
Dalam kurang dari seminggu sebelumnya, lanjut Philos, Anton dan pihak Sheila on 7 telah mengadakan dua kali pertemuan, yang berujung keputusan tersebut. “Anton mengundurkan diri atas inisiatifnya sendiri. Ia tidak diberhentikan,” tegasnya.
Alasan Anton tak lagi bergabung dengan Sheila on 7, “Bersifat pribadi,” kata Philos. Namun, katanya lagi, cutinya Anton pada 2003 dengan alasan yang lebih membela kepentingan pribadi, memiliki andil juga kepada apa yang terjadi kemudian.
“Waktu itu Anton cuti dengan alasan yang kami anggap tidak masuk akal, lebih untuk kepentingan pribadi. Itu termasuk melanggar peraturan yang berlaku untuk grup dan manajemen Sheila on 7. Kami kan di sini bekerja, terikat kontrak dengan pihak-pihak lain, termasuk perusahaan rekaman Sony Music di Jakarta, dan ada target-target yang harus kami capai,” papar Philos.
Dengan keluarnya Anton, hak dan kewajibannya sebagai personel Sheila on 7 berakhir sudah per 18 Oktober lalu. “Tapi, tentu saja, dia masih akan menerima royalti dari penjualan album-album Sheila on 7 yang melibatkan dia. Sony Music yang mengaturnya,” imbuh Philos yang menerangkan pula bahwa pihak Sony Music sudah diberi tahu tentang Anton.
Sheila on 7, yang dibentuk pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta, hingga kini telah merilis empat album–Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), 07 Des (2002), dan Pejantan Tangguh (2004). Di luar itu mereka mengeluarkan album soundtrack film 30 Hari Mencari Cinta (2004).
Sejak Anton keluar, grup Sheila on 7 menetapkan bahwa untuk seterusnya mereka akan tetap berempat saja. “Mereka tidak akan mencari drummer pengganti yang akan mereka jadikan personel. Mereka hanya akan memakai additional drummer (drummer pendukung),” tegas Philos.
Selama empat hari belakangan ini para personel Sheila on 7, yang dalam bulan puasa ini memang sedang tidak memiliki kegiatan keprofesian kecuali untuk perorangan, telah mengadakan audisi di studio Sheila on 7 di Yogyakarta untuk menemukan drummer pendukung. Audisi itu masih akan berjalan.
Jumat (29/10), di Java Cafe, Yogyakarta, menjelang berbuka puasa, akan diadakan jumpa pers tentang pengunduran diri Anton. Para personel Sheila on 7, yaitu Duta, Eross, Sakti, dan Adam, akan hadir. Di lain pihak, kata Philos, Anton belum memastikan diri untuk datang. (Ati)
Source: Kompas
October 26, 2004

Penabuh Drum SO7 Hengkang

Filed under: Anton, General '03-'06
Penabuh drum grup musik Sheila on 7, Anton Widiastanto, secara resmi mengundurkan diri, terhitung tanggal 18 Oktober 2004, tulis situs resmi band asal kota Yogyakarta tersebut.
Melalui situs itu, yang diakses Gatra.com, Selasa di Jakarta, Sheila on 7 menjelaskan bahwa posisi drummer kini kosong.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari grup musik asal Yogyakarta ini maupun dari perusahaan rekaman Sony Music Indonesia, seputar mundurnya Anton.
Meski tanpa drummer, Sheila on 7 mencoba meyakinkan para penggemarnya –SheilaGank– bahwa dengan empat personil mereka yang tersisa, masing-masing Adam, Duta, Eross dan Sakti, mereka tetap bermusik di SO7.
Sementara ini, possi drummer diisi oleh seorang pemain tambahan (additional player) yang saat ini dalam tahap audisi. [EL]
Source: Gatra
September 17, 2002

Penggemar Moge Makin Marak

Filed under: Anton, Lifestyle
PENGGEMAR motor gede (moge) di kalangan remaja kini nampaknya sedang marak. Tengok saja di jalan-an, begitu banyak moge bersliweran. Dalam event ‘Borobudur Bike Week’ baru lalu juga banyak remaja yang sudah ber-moge ria. Padahal dulu, moge identik dengan para orangtua.
Anton So7 yang mengendarai moge Ducati Monster bilang, sekarang ini memang lagi trend-nya anak muda pakai moge. Dia menepis anggapan, bahwa moge hanya untuk kalangan berduit saja.
“Teman saya ada yang pakai BSA dan Harley Davidson tua. Dia dulu cuma beli rongsokan, harganya murah. Lalu setelah diutak-atik, motor-motor itu bisa jalan. Kini, berapapun motor itu ditawar, dia nggak bakalan menjualnya,” kata drumer Sheila on 7 itu.
Sedang Ducati Monster yang ia kendarai, memang moge yang selama ini ia idam-idamkan. Sebelum punya Ducati, Anton pernah merombak Honda Tiger miliknya agar mirip Ducati. Hasilnya memang mirip, namun pada beberapa spesifikasi dan tarikan, jelas sangat jauh deng-an aslinya.
“Naik moge juga bukan untuk gengsi. Percuma, demi gengsi lalu naik moge. Bisa-bisa, kantong kita kempes gara-gara tak bisa merawatnya,” kata Anton. “Itu sebabnya, jika tak ada kegiatan show, saya lebih tertarik ngutak-atik motor saya, sekaligus merawatnya. Ada keasyikan sendiri, apalagi jika hasil tune up kita itu sesuai dengan yang diinginkan.”
Ducati Monster milik Anton, produksi Italia. Moge jenis ini, kata Anton, dilengkapi sistem injeksi BBM elektronik. Selain nyaman dipakai, Ducati Monster ini juga bebas polusi.
Mengendarai moge bagi Joehana membuat dirinya terasa lebih gagah. Selain itu, Joehana juga sering melakukan perjalanan jauh mengendarai moge Harley Davidson Road King Classic-nya. Sama dengan Anton, Joehana juga sering ngutak-atik dan memodifikasi mogenya. “Saya tidak ingin memodifikasi motor hanya sekadar untuk display atau dipajang saja. Bagus di penampilannya tetapi loyo di kemampuan,” jelas personel P Project ini.
Joehana juga tak begitu percaya dengan bengkel. Ia lebih senang jika membongkar sendiri mesin-mesin HD-nya. “Terasa ada kepuasan jika kerusakan di motor kita bisa diperbaiki sendiri. Selain itu, kita juga lebih irit beaya. Jika kita membawa moge kita ke bengkel, pasti kena ongkos mahal,” kata presenter ‘Tantangan’ Indosiar ini.
Di rumahnya, di Bandung, Joe punya beberapa moge. Di antaranya moge BSA dan Triumph, yang ia beli dari warga desa di daerah Banten. Motor itu awalnya, rusak berat. Tapi setelah Joe mendadaninya, moge itu sekarang bisa melaju kencang di jalan.(Prass)
Source: MP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar